Kamis, 13 November 2014

MENGENAL LEBIH DEKAT dg TANAH LIAT



Tanah liat dihasilkan oleh alam, yang bersal dari pelapukan kerak bumi yang sebagian besar  tersusun oleh batuan feldspatik, terdiri dari batuan granit dan batuan beku. Kerak bumi terdiri dari unsur unsur seperti silikon, oksigen, dan aluminium. Aktivitas panas bumi membuat pelapukan batuan silika oleh asam karbonat. kemudian membentuk terjadinya tanah liat.
Tanah Liat atau tanah lempung memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1.      Tanahnya sulit menyerap air sehingga tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian.
2.      Tekstur tanahnya cenderung lengket bila dalam keadaan basah dan kuat menyatu antara butiran tanah yang satu dengan lainnya.
3.      Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus.
4.      Merupakan bahan baku pembuatan tembikar dan kerajinan tangan lainnya yang dalam pembuatannya harus dibakar dengan suhu di atas 10000C.
Jenis jenis tanah liat :
tanah liat di bagi dalam dua jenis, primer dan skunder
1. tanah liat Primer
Yang disebut tanah liat primer (residu) adalah jenis tanah liat yang dihasilkan dari pelapukan batuan feldspatik oleh tenaga endogen yang tidak berpindah dari batuan induk (batuan asalnya), karena tanah liat tidak berpindah tempat sehingga sifatnya lebih murni dibandingkan dengan tanah liat sekunder. Selain tenaga air, tenaga uap panas yang keluar dari dalam bumi mempunyai andil dalam pembentukan tanah liat primer. Karena tidak terbawa arus air dan tidak tercampur dengan bahan organik seperti humus, ranting, atau daun busuk dan sebagainya, maka tanah liat berwarna putih atau putih kusam. Suhu matang berkisar antara 13000C–1400 0C, bahkan ada yang mencapai 17500C. Yang termasuk tanah liat primer antara lain: kaolin, bentonite, feldspatik, kwarsa dan dolomite, biasanya terdapat di tempat-tempat yang lebih tinggi daripada letak tanah sekunder. Pada umumnya batuan keras basalt dan andesit akan memberikan lempung merah sedangkan granit akan memberikan lempung putih. Mineral kwarsa dan alumina dapat digolongkan sebagai jenis tanah liat primer karena merupakan hasil samping pelapukan batuan feldspatik yang menghasilkan tanah liat kaolinit.
Tanah liat primer memiliki ciri-ciri:
  • warna putih sampai putih kusam
  • cenderung berbutir kasar,
  • tidak plastis,
  • daya lebur tinggi,
  • daya susut kecil
  • bersifat tahan api
Dalam keadaan kering, tanah liat primer sangat rapuh sehingga mudah ditumbuk menjadi tepung. Hal ini disebabkan partikelnya yang terbentuk tidak simetris dan bersudut-sudut tidak seperti partikel tanah liat sekunder yang berupa lempengan sejajar. Secara sederhana dapat dijelaskan melalui gambar penampang irisan partikel kwarsa yang telah dibesarkan beberapa ribu kali. Dalam gambar di bawah ini tampak kedua partikel dilapisi lapisan air (water film), tetapi karena bentuknya tidak datar/asimetris, lapisan air tidak saling bersambungan, akibatnya partikel-partikel tidak saling menggelincir.
2. Tanah liat Sekunder
Tanah liat sekunder atau sedimen (endapan) adalah jenis tanah liat hasil pelapukan batuan feldspatik yang berpindah jauh dari batuan induknya karena tenaga eksogen yang menyebabkan butiran-butiran tanah liat lepas dan mengendap pada daerah rendah seperti lembah sungai, tanah rawa, tanah marine, tanah danau. Dalam perjalanan karena air dan angin, tanah liat bercampur dengan bahan-bahan organik maupun anorganik sehingga merubah sifat-sifat kimia maupun fisika tanah liat menjadi partikel-partikel yang menghasilkan tanah liat sekunder yang lebih dan lebih plastis. Jumlah tanah liat sekunder lebih lebih banyak dari tanah liat primer. Transportasi air mempunyai pengaruh khusus pada tanah liat, salah satunya ialah gerakan arus air cenderung menggerus mineral tanah liat menjadi partikel-partikel yang semakin mengecil. Pada saat kecepatan arus melambat, partikel yang lebih berat akan mengendap dan meninggalkan partikel yang halus dalam larutan. Pada saat arus tenang, seperti di danau atau di laut, partikel – partikel yang halus akan mengendap di dasarnya. Tanah liat yang dipindahkan bisaanya terbentuk dari beberapa macam jenis tanah liat dan berasal dari beberapa sumber. Dalam setiap sungai, endapan tanah liat dari beberapa situs cenderung bercampur bersama. Kehadiran berbagai oksida logam seperti besi, nikel, titan, mangan dan sebagainya, dari sudut ilmu keramik dianggap sebagai bahan pengotor. Bahan organik seperti humus dan daun busuk juga merupakan bahan pengotor tanah liat.
Karena pembentukannya melalui proses panjang dan bercampur dengan bahan pengotor, maka tanah liat mempunyai sifat: berbutir halus, berwarna krem/abu-abu/coklat/merah jambu/kuning, suhu matang antara 9000C-14000C. Pada umumnya tanah liat sekunder lebih plastis dan mempunyai daya susut yang lebih besar daripada tanah liat primer.
Semakin tinggi suhu bakarnya semakin keras dan semakin kecil porositasnya, sehingga benda keramik menjadi kedap air. Dibanding dengan tanah liat primer, tanah liat sekunder mempunyai ciri tidak murni, warna lebih gelap, berbutir lebih halus dan mempunyai titik lebur yang relatif lebih rendah. Setelah dibakar tanah liat sekunder biasanya berwarna krem, abu-abu muda sampai coklat muda ke tua.
Tanah liat sekunder memiliki ciri-ciri:
  • Kurang murni.
  • Cenderung berbutir halus.
  • Plastis.
  • Warna krem/abu-abu/coklat/merah jambu/kuning, kuning muda, kuning kecoklatan, kemerahan, kehitaman.
  • Daya susut tinggi.
  • Suhu bakar 12000C–13000C, ada yang sampai 14000C (fireclay, stoneware, ballclay).
  • Suhu bakar rendah 9000C–11800C, ada yang sampai 12000C (earthenware).
Warna tanah tanah alami terjadi karena adanya unsur oksida besi dan unsur organis, yang biasanya akan berwama bakar kuning kecoklatan, coklat, merah, wama karat, atau coklat tua, tergantung dan jumlah oksida besi dan kotoran-kotoran yang terkandung. Biasanya kandungan oksida besi sekitar 2%-5%, dengan adanya unsur tersebut tanah cenderung berwarna Iebih gelap, biasanya matang pada suhu yang lebih rendah, kebalikannya adalah tanah berwama lebih terang atau pun putih akan matang pada suhu yang lebih tinggi.
Menurut titik leburnya, tanah liat sekunder dapat dibagi menjadi lima kelompok besar, yaitu:
1. Tanah Liat Tahan Api (Fireclay).
Kebanyakan tanah liat tahan api berwarna terang (putih) ke abu-abu gelap menuju ke hitam dan ditemukan di alam dalam bentuk bongkahan padat, beberapa diantaranya berkadar alumina tinggi dan berkadar alkali rendah. Titik leburnya mencapai suhu ±  1500 ºC. Yang tergolong tanah liat tahan api ialah tanah liat yang tahan dibakar pada suhu tinggi tanpa mengubah bentuk, misalnya kaolin dan mineral tahan api seperti alumina dan silika. Bahan ini sering digunakan untuk bahan campuran pembuatan massa badan siap pakai, untuk produk stoneware maupun porselin.
Karena beberapa sifatnya yang menguntungkan, antara lain berwarna putih, mempunyai daya lentur dan sebagainya, maka Kaolin juga dipakai sebagai bahan pengisi untuk produk kertas dan kosmetik.
2. Tanah Liat Stoneware.
Tanah liat stoneware ialah tanah liat yang dalam pembakaran gerabah (earthenware) tanpa diserta perubahan bentuk. Titik lebur tanah liat stoneware bisa mencapai suhu 1400 ºC. Bisaanya berwarna abu-abu, plastis, mempunyai sifat tahan api dan ukuran butir tidak terlalu halus. Jumlah deposit di alam tidak sebanyak deposit kaolin atau mineral tahan api. Tanah liat stoneware dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan benda keramik alat rumah tangga tanpa atau  menggunakan campuran bahan lain. Setelah suhu pembakaran mencapai ± 1250 ºC, sifat fisikanya berubah menjadi keras seperti batu, padat, kedap air dan bila diketuk bersuara nyaring.
                                                                                                                                                                                                                                             3. Ballclay.
1.      Disebut juga sebagai tanah liat sendimen. Ball Clay berbutir halus, mempunyai tingkat plastisitas sangat tinggi, daya susutnya besar dan bisaanya berwarna abu-abu. Tanah liat ini mempunyai titik lebur antara 1250 ºC s/d 1350 ºC. Karena sangat plastis, ball clay hanya dapat dipakai .
2.       Tanah Liat Earthenware.
Bahan ini sangat banyak terdapat di alam. Tanah liat ini memiliki tingkat plastisitas yang cukup, sehingga mudah dibentuk, warna bakar merah coklat dan titik leburnya sekitar 1100 ºC s/d 1200 ºC. tanah liat merah banyak digunakan di industri genteng dan gerabah kasar dan halus. Warna alaminya tidak merah terang tetapi merah karat, karena kandungan besinya mencapai 8%. Bila diglasir warnanya akan lebih kaya, khususnya dengan menggunakan glasir timbal.
3.      Tanah Liat Lainnya. Yang termasuk kelompok ini adalah jenis tanah liat monmorilinit.
contohnya bentonit yang sangat halus dan rekat sekali. Tanah liat ini hanya  digunakan sebagai bahan campuran massa badan kaolinit dalam jumlah yang relatif kecil



A.Produk Kerajinan dari Bahan Alam
Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda
dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal
yang menjadi unggulan daerah. Hal ini karena sumber daya alam
setiap daerah berbeda. Misalnya, Plered (Jawa Barat), sumber daya
alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang
adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya
alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan
yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas
(Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan
rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah
anyaman rotan dan getah nyatu.
Beberapa kerajinan bahan alam akan diuraikan secara singkat
pada penjelasan berikut. Namun, kerajinan bahan alam ini merupakan
contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan.
Mari kita pelajari bersama!

1. Mengenal Kerajinan dari Bahan Alam
a. Tanah Liat
b. Serat Alam
c. Kayu
d. Bambu
e. Kulit
f. Logam
g. Batu

a. Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang
dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah keramos (bahasa
Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah
liat dan telah mengalami proses pembakaran. Dalam pembuatan
keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk.
Setelah itu, dapat dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600o
C sampai 1.300o C sesuai jenis tanah liatnya sehingga tanah liat
menjadi keras, padat, dan kedap air.
Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang
berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik
hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia
telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan
keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya
yang membedakannya dengan keramik China, Jepang atau Eropa        Indonesia memiliki sumber daya alam berupa hutan yang tersebar
di seluruh Nusantara. Selama ini hasil hutan nonkayu yang berasal dari
tanaman yang dapat diperbaharui, belum sepenuhnya mendapatkan
perhatian dari pemerintah. Padahal tanaman nonkayu memberikan
kontribusi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Pernahkah kamu melihat eceng gondok yang biasa tumbuh di
air? Enceng gondok tentu menjadi tanaman pengganggu bagi orang
awam. Tetapi, bagi warga daerah tertentu seperti di Kulon Progo,
enceng gondok menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Daerah ini menjadi sentra kerajinan tangan dari enceng gondok.
Selain eceng gondok, masih banyak lagi produk kerajinan dari
bahan serat alam, melihat makin variatifnya keinginan dan kebutuhan
masIndonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan
alam kayu terbesar di dunia. Kayu-kayu yang dihasilkan pun banyak
macamnya. Di antaranya: kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus,
kayu sawo, kayu nangka, kayu kelapa, dan sebagainya. Produk
kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik
pembuatan dan tekstur kayunya.
Kerajinan ukir dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal
di mancanegara sejak zaman dahulu. Setiap daerah memiliki
motif atau corak ukir yang berbeda. Setiap motif mempunyai
nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh
perlambangan dan juga nasihat. Beberapa daerah yang dikenal
ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali,
Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita
perlu mengenal dan melestarikan motif ukir Nusantara. Kekayaan
kreasi bangsa Indonesia perlu kita syukuri sebagai kekayaan budaya
yang tak dapat hilang oleh waktu.
Kayu-kayu yang tergolong keras dapat dibuat karya kerajinan
dengan teknik ukir atau pahat, selain itu juga dapat dengan teknik
tempel atau sambung, baik dengan perekat maupun dengan paku.
Proses mengukir dan memahat diawali dengan membuat sketsa
di atas kayu, lalu kayu dipahat dengan menggunakan alat pahat
dan pemukul.yarakat saat ini. d. Bambu
Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai
estetis dan ekonomi tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang
Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan,
mulai dari yang paling sederhana seperti tempat jemuran hingga
tikar dan anyaman yang rumit. Sampai saat ini, bambu masih
digunakan untuk keperluan tersebut. Bahkan saat ini, produk
kerajinan bambu tampil dengan desain lebih menarik dan artistik
hingga kini banyak digunakan di hotel-hotel berbintang, cottages,
spa, butik, bank, toko serta interior bangunan modern.
Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dari
bambu adalah teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung.
Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan
berbagai motif dan bentuk yang e. Kulit
Zaman dahulu telah dikenal kerajinan berbahan dasar kulit sebagai
wayang. Tahukah kamu kerajinan wayang? Dalam pengertiannya
wayang berarti bayangan. Wayang kulit merupakan warisan budaya
dari nenek moyang kita. Oleh sebab itu, UNESCO telah menetapkan
anugerah warisan bangsa terhadap wayang kulit Indonesia. Kamu
perlu mengenal dan melestarikannya, agar tidak punah, baik dalam
pembuatan produk wayang kulit ataupun belajar memainkan wayang
kulit. Selain untuk wayang, dalam perkembangannya bahan dasar
kulit banyak juga dihasilkan untuk produk lain. Ini merupakan hal
yang menarik untuk kamu cari tahu.
Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau,
buaya, dan hewan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan dasar
kerajinan. Proses pembuatan bahan baku kulit cukup sederhana. Kulit
hewan potong dicuci bersih terlebih dahulu, direntangkan, lalu dijemur
langsung dengan sinar matahari hingga kering. Sesudah kering, kulit
digosok untuk menghilangkan bulu dan kotoran dengan menggunakan
kapak kecil. Kemudian kulit dicuci bersih dan dijemur kembali. Setelah
itu, kulit baru dapat dipergunakan. Jenis proses seperti ini dinamakan
proses kulit mentah yang biasanya dipergunakan untuk pembuatan
wayang kulit. Namun, ada lagi proses kulit yang disamak yang dapat
dijadikan benda kerajinan seperti tas, sepatu, dTeknik yang digunakan dalam membuat motif pada kerajinan wayang
kulit adalah teknik pahat dan sungging. Namun, dikenal pula teknik
lain untuk pembuatan kerajinan kulit seperti teknik rekat, jahit, tekan
(press), dan teknik pahat.ompet, dan sebagainya.
menarik. f. Logam
Sebagai pengetahuan, kamu perlu mengetahui bahwa bahan
alam yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya,
seperti: emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan.
Daerah penghasil kerajinan emas terdapat di Kalimantan Selatan
maupun Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta,
Sumatera Barat, dan Bali. Untuk mengetahui daerah asal penghasil
jenis logam lainnya, gunakan rasa keingintahuanmu untuk dapat
memperoleh informasi dari berbagai sumber.
Bahan alam logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau
aksesoris kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan
fungsional lainnya, seperti: gelas, teko, nampan, wadah serbaguna
bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Logam memiliki
sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik
yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan
dan tempa.     g. Batu
Bumi Indonesia terhampar luas ragam bebatuan yang berkilau
dan beraneka warna. Turis mancanegara kagum dengan warna
warni bebatuan Indonesia. Daerah Kalimantan merupakan penghasil
batu warna yang dinilai sangat unik. Banyak daerah di Indonesia
menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan seperti:
aksesoris pelengkap busana, juga sebagai penghias benda. Teknik
pengolahan batu warna sebagai produk kerajinan harus digerinda
dahulu baru kemudian dironce. Untuk interior dan eksterior, digunakan
teknik pahat dan ukir.

SEJARAH BATIK

SEJARAH BATIK INDONESIA


Pengertian Batik
Batik merupakan budaya yang telah lama berkembang dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kata batik mempunyai beberapa pengertian. Menurut Hamzuri dalam bukunya yang berjudul Batik Klasik, pengertian batik merupakan suatu cara untuk memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan menggunakan perintang. Zat perintang yang sering digunakan ialah lilin atau malam.kain yang sudah digambar dengan menggunakan malam kemudian diberi warna dengan cara pencelupan.setelah itu malam dihilangkan dengan cara merebus kain. Akhirnya dihasilkan sehelai kain yang disebut batik berupa beragam motif yang mempunyai sifat-sifat khusus.
Secara etimologi kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik” (Indonesia Indah ”batik”, 1997, 14). Di samping itu mempunyai pengertian yang berhubungan dengan membuat titik atau meneteskan malam pada kain mori. Menurut KRT.DR. HC. Kalinggo Hanggopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan istilah batik yang sebenarnya tidak ditulis dengan kata”Batik” akan tetapi seharusnya”Bathik”. Hal ini mengacu pada huruf Jawa ”tha” bukan ”ta” dan pemakaiaan bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat atau dikatakan salah. Berdasarkan etimologis tersebut sebenarnya batik identik dikaitkan dengan suatu teknik (proses) dari mulai penggambaran motif hingga pelorodan. Salah satu yang menjadi ciri khas dari batik adalah cara pengambaran motif pada kain ialah melalui proses pemalaman yaitu mengoreskan cairan lilin yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap.

Sejarah Perkembangan Batik
Ditinjau dari perkembangan, batik telah mulai dikenal sejak jaman Majapahit dan masa penyebaran Islam. Batik pada mulanya hanya dibuat terbatas oleh kalangan keraton. Batik dikenakan oleh raja dan keluarga serta pengikutnya. Oleh para pengikutnya inilah kemudian batik dibawa keluar keraton dan berkembang di masyarakat hingga saat ini. Berdasarkan sejarahnya, periode perkembangannya batik dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Jaman Kerajaan Majapahit
Berdasarkan sejarah perkembangannya, batik telah berkembang sejak jaman Majapahit. Mojokerto merupakan pusat kerajaan Majapahit dimana batik telah dikenal pada saat itu. Tulung Agung merupakan kota di Jawa Timur yang juga tercatat dalam sejarah perbatikan. Pada waktu itu, Tulung Agung masih berupa rawa-rawa yang dikenal dengan nama Bonorowo, dikuasai oleh Adipati Kalang yang tidak mau tunduk kepada Kerajaan Majapahit hingga terjadilah aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit. Adipati Kalang tewas dalam pertempuran di sekitar desa Kalangbret dan Tulung Agung berhasil dikuasai oleh Majapahit. Kemudian banyak tentara yang tinggal di wilayah Bonorowo (Tulung Agung) dengan membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik. Dalam perkembangannya, batik Mojokerto dan Tulung Agung banyak dipengaruhi oleh batik Yogyakarta. Hal ini terjadi karena pada waktu clash tentara kolonial Belanda dengan pasukan Pangeran Diponegoro, sebagian dari pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur di daerah Majan. Oleh karena itu, ciri khas batik Kalangbret dari Mojokerto hampir sama dengan batik Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua.

Jaman Penyebaran Islam
Batoro Katong seorang Raden keturunan kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam perkembangan Islam di Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang diasuh Kyai Hasan Basri. Kyai Hasan Basri adalah menantu raja Kraton Solo. Batik yang kala itu masih terbatas dalam lingkungan kraton akhirnya membawa batik keluar dari kraton dan berkembang di Ponorogo. Pesantren Tegalsari mendidik anak didiknya untuk menguasai bidang-bidang kepamongan dan agama. Daerah perbatikan lama yang dapat dilihat sekarang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan meluas ke desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut.

Batik Solo dan Yogyakarta
Batik di daerah Yogyakarta dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram ke-I pada masa raja Panembahan Senopati. Plered merupakan desa pembatikan pertama. Proses pembuatan batik pada masa itu masih terbatas dalam lingkungan keluarga kraton dan dikerjakan oleh wanita-wanita pengiring ratu. Pada saat upacara resmi kerajaan, keluarga kraton memakai pakaian kombinasi batik dan lurik. Melihat pakaian yang dikenakan keluarga kraton, rakyat tertarik dan meniru sehingga akhirnya batikan keluar dari tembok kraton dan meluas di kalangan rakyat biasa.
Ketika masa penjajahan Belanda, dimana sering terjadi peperangan yang menyebabkan keluarga kerajaan yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah lain seperti Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulung Agung dan sebagainya maka membuat batik semakin dikenal di kalangan luas.

Batik di Wilayah Lain
Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja. Pada tahun 1830 setelah perang Diponegoro, batik dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro yang sebagian besar menetap di daerah Banyumas. Batik Banyumas dikenal dengan motif dan warna khusus dan dikenal dengan batik Banyumas. Selain ke Banyumas, pengikut Pangeran Diponegoro juga ada yang menetap di Pekalongan dan mengembangkan batik di daerah Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo.
Selain di daerah Jawa Tengah, batik juga berkembang di Jawa Barat. Hal ini terjadi karena masyarakat dari Jawa Tengah merantau ke kota seperti Ciamis dan Tasikmalaya. Daerah pembatikan di Tasikmalaya adalah Wurug, Sukapura, Mangunraja dan Manonjaya. Di daerah Cirebon batik mulai berkembang dari keraton dan mempunyai ciri khas tersendiri.

KERAJINAN BAMBU dan CARA MEMBUAT KERAJINANnya



Sejarah
  1. Bambu
Bambu merupakan pohon yang termasuk beraneka ragam jenis dan fungsinya, bahkan sebuah Negeri yang kita cintai ini berhasil di rebut kembali dari Penjajah oleh bambu runcing, yang di jadikan senjata utama oleh para Pejuang dulu. Waktu demi waktu, jama sudah berubah pun dari Era Tradisional, sampai sekarang yang di di sebut jaman Moderen pun, fungsi bambu masih kita pakai, bahkan semakin meningkat dengan adanya tangan-tangan trampil, diantaranya tidak sedikit sebuah cafe yang terkenal, gedung, atau bahkan hotel dan apartemen menggunakan arsitek bangunannya dari bambu.
Mungkin selain ingin meneruskan sebuah tradisi dari keluarga saya yang berasal dari keluarga Anyaman. Saya pribadi berinisiatif mengangkat sebuah seni yang berasal dari bahan bambu, yaitu Anyaman, dan sanya yakin seni dari bambu tidak akan silam di telan jaman, bisa saya buktikan seni music diantaranya yang dari bamboo seperti Angklung, sekarang sudah terkenal sampai Luar Negri. Tidak  menutup kemungkinan seperti yang saya bahas ini yaitu Ayaman bisa seperti Angklung, bahkan lebih mungkin, sampai terkenal ke Negara tetangga dan bahkan terkenal di seluruh dunia, di suatu saat nanti itu yang saya harapkan.
  1. Anyaman
Anyaman merupakan sebuah tradisi yang sifatnya turun temurun, dan juga merupakan sebuah hobi, atau sebuah kerjaan sampingan, bahkan sampai pekerjaan pokok untuk menghidupi anak istri. Akan tetapi waktu demi waktu anyaman semakin meningkat permintaanya di pasaran. Sampai harganya pun lebih mahal di banding dengan produk bahan bangunan yang termasuk bahan bangunan modern. Kenapa? Karna di samping pembuatanya secara manual, tahan produknya pun bisa puluhan tahun.
Macam-macam Ayaman
         a.     Anyaman Tunggal
  • Ayaman tunggal yaitu ayaman yang dibuat secara tungal/satu-satu di anyamnya. Ayaman ini bisa di gunakan untuk membuat kerajinan:
  • -          Saringan
  • -          Tampan/Cetakan pembuata Tahu
  • -          Cerangka dll

    b.      Anyaman bilik
  • Ayaman bilik yaitu: anyaman yang di buat/disilang secara berurutan dengan melewati/menganyamnya dua-dua. Ayaman ini bisa di gunakan untuk membuat
  • -          Bilik
  • -          Nyiru/tampan alat napi beras dan padi
  • -          Kombinasi di anyaman kerajinan yang lain.
        c.       Anyaman terateai
  • Anyaman teratei yaitu sebuah anyaman yang sangat unik dan indah, berfungsi untuk membuat bilik bangunan/gubuk dengan harapan hanya sekedar sebuah seni bangunan.

    d.      Ayaman Bunga Cengkih dll
  • Jenis ayaman ini bisa kita jumpai di beberapa anyaman seperti kipas, tolok/kecempeh, bakatul/sangku, dll
Bahan-bahan
  1. Bambu
  2. Kayu
  3. Tali rotan
  4. Tali dari plastik
Alat
  1. Regaji
  2. Golok
  3. Pisau Raut
  4. Jara/Paku
Cara
Pengambilan bambu
  • Pertama-tama kita hati-hati, waspada, penuh pertimbangan, dan tanggungjawab.
  • Pastikan kita memilih bambu yang muda dan tidak terlalu tua
  • Tidak semua bambu bisa kita pakai untuk membuat anyaman, karna jenis bambu sangat banyak dan fungsinya pun berbeda-beda, di sini yang kita pilih untuk anyaman adalah Bambu Tali.
  • Cari bambu yang ujung dan rantingnya tidak menyatu dengan bambu lain, karna untuk memudahkan kita nanti menarik pohonnya.
  • Bersihkanlah ranting-ranting yang sekiranya menghalangi langkah kita karna di kebun bambu biasanya di pakai sarang ular.
  • Perhatikan buku bambu harus panjang ukuran dagingnya sekitar 40-50 cm, hal ini membantu kita mempermudah mengolah bambu dan dalam menganyamnya nanti.
  • Sesudah di pastikan bambu pas umur dan panjangnya buat di jadikan kipas sebelum kita tebang.
  • Ketika kita menebang harus memperhatikan arah pohonnya dan dari dagu pohon bambu itulah kita di sarankan memulai pemotongannya, agar bambu bisa jatuh mengarah kepada arah condongnya. Jangan coba-coba sampai memotong dari arah pundak/arah atas badan bambu. Karna memang pundak bambu sepintas enak dan nyaman di potongnya tapi kalau kita potong pundaknya akan langsung membelah dan mengarah wajah kita, peristiwa ini sering terjadi karna akan kurangnya ke waspadaan kita, akibatnya wajah kita yang jadi sasaran bambu. Maka dari itu di sarankan hati-hati dan waspadalah ketika menebang bambu.
  • Sesudah pohon bambu jatuh, kita membersihkan rantingnya, sampai ke ujung yang sekiranya tidak terpakai.
  • Bagian yang kita ambil untuk membuat anyaman adalah bagian tengahnya, karna dari bagian itulah yang paling bagus dan cocok untuk membuat anyaman, tapi kalau kita mengambil bagian pohon bambu yang puhunya kita pasti kesulitan karna di bagian itu sangat keras dan biasanya pendek ukuran bukunya.
Macam-macam bambu dan fungsinya
-          Bambu Tali
Untuk membuat berbagai anyaman, bahan bangunan, bahan membuat tangga, bahan pembuatan tali/pengikat kayu bakar, pagar, sasak, tiang dll
-          Bambu Gombong
Bambu gombong merupakan bambu yang termasuk kelas bambu besar dan panjang ukurannya di banding dengan bambu yang lain, dan ini fungsinya untuk bangunan, pembuatan pagar rumah merupakan hal yang bagus karna konstruksi urat bambunya sangat rapih dan gampang di atur, untuk bahan tiang ini juga sering di pakai karna selain besar, dia juga kokoh dan tahan cuasa. Untuk bahan keramba ikan, untuk bahan reng genteng atap rumah, dan uniknya walaupun ukuranya besar tapi enak kalau di makan di jadikan sayur.
-          Bambu Tamiang
Bambu tamiang merupakan bambu yang hidupnya mayoritas tidak di pelihara dan banyak di jumpai di pinggir-pinggir sungai sepanjang pulau jawa. Biasanya para petani menggunakannya untuk bangunan, bahan saung sawah, dan mayoritas kelebihan bambu ini suka si buat bahan Tanggungan/ di Bahasa Sunda di sebut istlah Rancatan/alat untuk memikul. Dan masayrakat menggunakannya di jadikan untuk sayuran bagi bambu yang masih kecil kira-kira berukuran pendek sekitar 10cm-30cm.
-          Bambu Bareg-beg
Bambu ini merupakan bambu yang panjang ukuran bukunya, kecil, dan hidupnya sama seperti bambu tamiang di tepi sungai. Fungsi bambu ini karna ukurannya kecil dan panjang, untuk gantar, untuk senjata sumpit, untuk bahan tempat jemuran baju kalau di pedesaan, dan para seniman music mereka memanfaatkan untuk bahan suling dan hiasan yang di buat dari bambu.
-          Bambu Haur Geulis/ Bambu Teumen
Ini merupakan bambu yang struktur pohonnya kelihatan bagus dan rapih, maka masyarakat menyebutnya dengan bambu haur geulis, fungsi bambu ini masyarakat menggunakan untuk bahan pancingan, tangga, gantar, tongkat untuk anak-anak Pramuka, dan kalau masih kecil masyarakat memanfaatkannya untuk sayuran.
-          Bambu Haur Kuning
Jenis bambu ini berbeda dengan bambu yang umumnya, karna selain warnanya kuning dia juga ada hokum mitosnya, konon bambu ini merupakan sebuah senjata yang sangat ampuh dan pernah di gunakan dulu oleh para pejuang kita, dan pada masyarakat sekarang ini sebuah senjata yang di gunakan untuk menaklukan orang jahat yang menggunakan ilmu Rawa Rontek yaitu sebuah ilmu yang bisa menyambungkan kembali organ yang di potong, atau ilmu yang lain dan biasa di gunakan oleh orang-orang jahat, bambu inilah senjata ampuh yang bisa menaklukan hal tersebut. Di era modernisasi sekarang bambu ini di jadikan hiasan halaman, atau hiasan sebuah kafe, bahkan hiasan sebuah apartemen sekalipun, memang indah, menarik bentuknya. Di samping ini semua bambu ini merupakan bambu yang enak di konsumsi, ketika masih kecil.
-          Bambu Hitam
Bambu macam ini merupaka bambu yang popular dan sering kita jumpai di berbagai kesenian, hal tersebut tidak aneh karna bambu ini merupakan bambu yang indah, dan unik, mayoritas di pergunakan untuk bermacam-macam seniman, bahan bangunan, bahan membuat angklung, calung, anyaman pun sering kita lihat sebuah kafe dan restoran yang menggunakan bangunan tradisional anyaman bilik, tiang dll memakai bambu hitam yang di ukir sedemikian rupa.
Pengolahan bambu
  • Bambu yang sudah di tebang kita potong perbuku dengan menggunakan regaji supaya rapih hasilnya, dan usahakan jangan dengan bukunya kita ambil dagingnya saja.
  • Setelah  di potong kita bersihka hinis/kulit yang bisa melukai kulit kita
  • Usahakan pengerikan kulit tadi sama rata dan rapih
  • Setelah beres perngerikan baru kita memulai pembelahan dan pengirisan, kita sesuaikan saja dengan besar kecilnya bulatan bambu
  • Setelah pengirisan lalu kita keringkan bisa dengan sinar matahari atau kita bisa dengan cara di ganggang di atas tumpu
  • Sesudah kira-kira kering rata kita sebit dengan menggunakan pisau raut/pisau lain asalkan tajam, dan di usahakan pisaunya tipis tapi keras. Dari sinilah kita di tuntut harus hati-hati karna banyak yang gagal dan urat bambu biasanya susah di sebit kalau kita belum biasa
  • Kita sebit dengan ukuran tipis agar kipasnya lenrut dan mudah untuk di anyamnya
  • Kemudian kita lihat apakah masih perlu pengeringan atau tidak, caranya kita coba raut/bersihkan bulu-bulu pori-pori daging bambu, kalau kelihatan sudah kering maka kita teruskan saja raut, tapi kalau bulunya masih mengembag dan susah di bersihkannya itu berarti masih perlu pengeringan.
  • Perautan. Dalam perautan/perapihan terakhir ini kita memerlukan sekil yang harus hati-hati karna sama seperti pengirisan tadi pasti banyak yag terbuang karna selain bamboo sudah kering, dan tipis maka pasti sering kita terpotongnya,
  • Dalam proses perauta kita menggunakan tangan atau paha kita.
  • Gunakan kain di tangan dan paha  kita agar tidak terkena irisan/terusuk oleh pori-pori bamboo.
  • Bahan anyaman kita ikat agar tidak berantakan
  • Setelah beres peralatan kita menuju ke anyaman

    Cara menganyam
  • Jangan kaku
  • Tidak cepat bosan/putus asa
  • Sebaiknya kita menganyam di lantai yang datar
  • Dekatkan bahan anyaman yang sudah kita ikat rapi
  • Simpan ikatan itu di samping kita untuk mempermudah pengambilan bahan
  • Gunakan alas duduk yang tidak terlalu tinggi dengan lantai
  • Lengkapi dengan music clasik/radio yang mengiringi kita dalam menganyam agar tidak cepat ngantuk/bosan.
  • Penganyaman kipas ini berbeda dengan menganyam bilik, tolombong, tampan, atau yang lainnya. Karna caranya di balik agar kedua sisinya kelihatan rapih dan tidak ada ujung anyamannya.
  • Pertama kali memuai menganyam kita siapkan dua helai irisan bamboo yang satu bagian dagingnya, nyang satu hinisnya atau lebih baik duanduanya memakai hinis agar kelihatan hasilnya rapih
  • Untuk sumbu tengah kita perlu yang panjang
  • Sumbu yang satunya di zig-zag ukurannya agar nanti pas kita balikan cukup untuk ukuran di anyamkan
  • Kita membuat sudutnya dengan menyilangka dan melipat secara sejajar dengan bagian yang kita buat untuk sumbu tengah dengan cara menambah bahan anyaman.
  • Cara menganyam ini tidak lepas dengan hitungan satu-tiga-satu sampai seterusnya, dan yang ke sampingnya jangan salah jumlah anyamannya dua.
  • Lakukan itu dengan berulang-ulang sampai hasilnya menjadi segitiga, dan sampai kira-kira kita sudah pas untuk membalikan anyaman itu.
  • Perhatikan pas kita mau membalikan anyaman jangan salah dan jangan lupa akhir penganyaman kita akhiri dengan kitungan satu, agar rapih hasilnya, berbeda dengan kita letakan dengan tiga, hasilnya akan terlihat tidak rapih.
  • Lalu kita saatnya membalikan anyaman kita dengan cara melipat ujung terakhir yang kita anyamkan, dan menganyanya kembali ke bagian tengahnya sampai ujung
  • Lakukan selanjutnya dengan cara yang sama, sampai pada akhirnya akan jadi dan siap untuk diproses selanjutnya.
Pengambilan kayu

Fungsi kayu disini yaitu untuk dijadikan sebagai gagang kipas, dan untuk penjepit ujung anyaman. Kayu yang kita perlukan tidak susah, ranting pohon pun bisa dijadikan sebagai gagang kipas, akan tetapi cara pembelahanya harus ekstra hati-hati, karna akan mempengaruhi kerapian.
Yang disarankan untuk bahan kayu yaitu:
-          Albasia karan struktur kayunya lembut dan mudah untuk kita gergaji/di belah, akan tetapi mudah untuk patah.
-          Mahuni, jenis kayu ini memang keras dan lentur, aka tetapi kuat untuk dijadikan gagang dan rapi kelihatannya, di sarankan cara pembelahanya kita menggunakan gergaji karna urat kayu didalamya sangat rapat dan susah di belah.
-          Afrika, kayu ini memang jarang di gunakan karna jarang di temui, tapi bahannya bagus karena mayoritas pohon dan rantingnya lurus, kayu ini hampir sama dengan mahuni, tapi kalau kita bandingkan lebih keras mahuni, dan terdapat serabut di dalamnya.
-          Salam, jenis kayu ini sangat keras dan berat, akan tetapi mudah untuk di belah. Mayoritas tumbuhnya di tepi sungai dan jarang manusia menanamnya secara sengaja jadi tumbuhnya dengan alam/burung/ tapi kebanyakannya oleh kelelawar karna buahnya yang di makan oleh kelelawar dan kalong.

Pengambilan rotan

Rotan digunakan untuk bahan tali, bisa juga untuk gagang, ada juga untuk kerajinan lain seperti membuat kursi, meja, dll.
Di sini saya akan membahas cara pengambilanya. Karna rota berbeda dengan tumbuhan yang lain rotan merupakan tumbuhan yang di penuhi oleh duri di seluruh pohonnya, sampai ke daunnya juga di penuhi. Kaka dari itu tatkala kita mau mengambilnya harus ektra hati-hati.
Alat yang di perlukan:
  1. Golok/Pisau Besar merupakan alat yang utama di dalam pengambilan rotan, golok bisa untuk menebang, memotong, bahkan sampai melupas kulit rotan
  2. Gergaji fungsinya untuk memotong rotan yang ukuran besar
  3. Kayu/tongkat yang bercabang merupakan senjata kita untuk menghindari duri yang menyentuh ke badan kita ketika kita lagi menebang rotan, dan berfungsi untuk memukul-mukul semak-semak tatkala kita memulai memasuki rimbunan rotan, agar hewan (ular, kalajengking dll), bisa kita takut-takuti dengancara memukul-mukul semak-semaknya.
  4. Api untuk membakar duri rotan, yang hendak kita kupas kulitnya, dan daunnya yang sudah kita tebang. Fungsi api juga untuk membentuk ukuran/bentuk yang kita inginkan dalam membuat kerajinan lain.
Pengolahan rotan
Sesudah kita mendapatkan pohon rotan yang kita ambil, maka untuk pengolahan rotan bahan untuk membuat tali anyaman memerlukan beberapa proses:
  1. Proses penyebitan/pembelahan rotan di bagai-bagi samppai beberapa bagian
  2. Ketika kita membelahnya dan membaginya harus ektra hati-hati
  3. Setelah membaginya kita gulung dan ikat
  4. Usahakan dua minggu di rendam di kolam, agar lebih lentur dan tidak mudah putus, serta agar awet harus lebih lama di rendamnya.
  5. Setelah perendaman maka kita mengeringkan dengan cara di jemur
  6. Setelah pengeringan kita baru menuju ke prautan.
Pembagian/penyobekan tali dari plastik
Tali yang berasal dari pelastik biasanya berasal dari tali yang bekas pengepakan barang, bukan sejenis rapia. Pembegaian/penyobekan dalam pelastik juga kita harus hati-hati dengan menggunakan pisau/kater.
Fungsinya sama untuk mengikat tali antara kayu dan anyaman.
Pengikatan/pemasangan tali pada kayu dan anyaman kipas
Perta-tama kita rapihkan dulu anyaman yang sebelah atas kipas, dengan cara di potong dengan rapi, supaya rapi kita memerlukan alat
  1. Golok
  2. Kayu bertali
  3. Kayu yang persegi, untuk memotong secara lurus dan menjepitnya.
Setelah rapi baru kita masukan hasil anyaman ke kayu bahan gagangan itu, dan yang sudah di belah secara rapi tadi. Di sisi kita memerlukan paku yang di kasih gagang fungsinya untuk membuat lubang tali pada anyaman. Setelah itu kita ikat dulu untuk ikatan sementara dengan mengguakan tali bambu, agar ketika kita mengikat dengan tali rotan/plastic kayu dan anyaman tidak terpisah/acak-acakan.
Dalam proses pengikatan/tali berbeda dengan mengikat benda lain disini, talinya selain harus panjang, kita juga dalam penalian disarankan tidak memutuskan tali, karna agar kokoh, tidak mudah lepas dan rapi hasilnya.

Fungsi/Kegunaan Kipas dari Bambu
Diantataranya:
  1. Ciri khas adat (adat sunda)
  2. Di sebuah adat memang erat kaitannya baik dari segi kesenian, bahasa, samapi alat-alat rumah tangga sekalipun, ini penting dan merupakan dari cirri has adat itu sendiri, kalau di Kota Bandung itu ada tempat yang namanya yaitu Musium Sri Baduga, disana terdapat sebuah cirri-ciri has Adat Sunda yang kumplit, diantaranya yaitu alat-alat masak seperti Anyaman Kipas.
  3. Untuk alat-alat masak dalam  rumah tangga (menanak nasi)
  4. Di pedesaan seperti daerah Tasikmalanya, Ciamis, Garut, kipas ini sebagai alat rumah tangga, dan fungsinya untuk menanak nasi, dan mendinginkan makanan.
  5. Untuk pembakaran sate
  6. Pedagang sate mayoritas menggunakan alat tradisional, dari muali jenis arangnya, kipasnya, agar kualitas aroma dan rasanya.
  7. Untuk menghilangkan rasa gerah
  8. Di pedesaan biasanya menghilangka rasa gerah dengan menggunakan anyaman kipas, selain bernilai ekonomis mereka juga bisa sambil duduk bercanda gurau di depan rumah, atau sabil ngopi, setelah seharian menguras tenaga, pulang dari sawah.

ASAL MULA SEJARAH BAKSO

ASAL MULA BAKSO

Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah melimpah.

VARIASI BAKSO
  • Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar
  • Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus
  • Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih
  • Bakso ikan: bakso berbahan daging ikan
  • Bakso udang: bakso berbahan dari udang
  • Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang, Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng. Pedagang bakso Malang yang terkenal adalah Henky Eko Sriyantono pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko.
  • Bakso Karimunjawa atau lebih dikenal Bakso Ikan Ekor Kuning adalah bakso yang bahannya berasal dari Ikan Ekor Kuning.
  • Bakso Solo dan Bakso Wonogiri: hidangan bakso yang berasal dari Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap bakso Malang. Tetapi bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat. Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan. Pedagang bakso Wonogiri yang terkenal adalah Ki Ageng Widyanto Suryo pemilik Bakso Lapangan Senayan.
  • Bakso keju: bakso resep baru berisi keju
  • Bakso Bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.
  • Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut bakso kerikil.
  • Bakso Balungan: bahan dasarnya tulang
  • Bakso Unyil: bahan dasarnya Daging Sapi digiling tetapi ukuran bulatannya seukuran KelerenDalam proses pembuatanya, ada bakso yang dicampur dengan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging serta lebih awet.[2] Hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM. BPOM mengingatkan bahwa mengonsumsi makanan berkadar boraks tinggi selama kurun 5–10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker hati.[3] Maka bakso yang dijual di berbagai pasar tradisional dan pasar swalayan diwajibkan bebas boraks.
    Karena bakso terbuat dari daging, maka sebaiknya bakso disimpan dalam kondisi beku sebelum direbus untuk dikonsumsi. Karena alasan itulah di supermarket bakso dijual dalam kondisi beku untuk menjaga temperatur agar bakso dapat terjaga kualitasnya dan tidak tercemar bakteri. Konsumen perlu berhati-hati dalam memilih bakso yang dijual oleh pedagang bakso keliling. Bakso yang dijual tetapi dipajang di etalase pada temperatur ruang rawan tercemar bakteri, misalnya bakteri penyebab diare atau salmonela penyebab tifus. Pilihlah bakso yang tengah direbus.